Renungan Harian Keluarga

Gereja Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan

Ada Ironi yang menyakitkan: manusia begitu cerdas untuk merusak, tetapi sering kali lalai untuk menjaga. Kita tahu cara mengeksploitasi sumber daya, tetapi lupa cara memelihara. Kita pandai mengambil keuntungan, namun gagal merawat dengan tanggung jawab. Akibatnya, bumi menjadi saksi bisu dari keserakahan dan ketidakpedulian manusia. Nabi Yeremia memandang kehancuran yang terjadi bukan sekadar bencana alam, melainkan sebagai krisis spiritual. Ketika relasi manusia dengan Allah rusak, relasi dengan sesama dan dengan alam pun ikut rusak. Karena itu, persoalan lingkungan bukan hanya isu ekologis, tetapi juga persoalan iman. Cara kita memperlakukan bumi mencerminkan sikap hati kita kepada Sang Pencipta. Gereja rumah tangga tidak boleh menutup mata terhadap panggilan ini. Iman tidak cukup dinyatakan lewat nyanyian dan doa, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di rumah. Ketika keluarga memilih hidup sederhana, tidak serakah, mengurangi pemborosan, dan menjaga lingkungan, iman menjadi konkrit. Kita tidak hanya percaya kepada Allah, tetapi juga setia merawat ciptaan-Nya sebagai wujud syukur, ketaatan, dan tanggung jawab iman.

 



 Doa:  Ya Tuhan, tolong kami agar selalubersikap ramah terhadap alam Amin.

-