Kristus adalah Pusat Iman Keluarga
Melodi adalah anak perempuan yang bersuara indah dan senang bernyanyi di gereja. Ayahnya selalu mendampingi dan merasa bangga. Namun ia kecewa ketika jemaat hanya sedikit bertepuk tangan setelah Melodi selesai bernyanyi. Ia merasa anaknya tidak dihargai, dan tanpa sadar melupakan bahwa pusat pujian adalah Tuhan Yesus, bukan manusia. Dalam bacaan, Paulus dan Sostenes memberi salam kepada jemaat di Korintus sebagai orang-orang yang dikuduskan dalam Kristus dan dipanggil menjadi kudus. Salam ini menegaskan identitas mereka sebagai umat yang hidup dalam anugerah dan damai sejahtera. Kekudusan itu bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena kuasa Yesus Kristus. Jemaat Korintus saat itu terpecah karena saling mengklaim rasul tertentu sebagai yang paling benar. Yesus harus menjadi pusat iman dan
Doa: ya Tuhan Yesus, tetap arahkan langkah kami, Amin.


